LAPORAN
PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK

DISUSUN
OLEH:
Nama : Selamed Riadi
NPM : E1G015041
Prodi : Teknologi Industri Pertanian
Kelompok : 1 ( Satu )
Hari/Jam : Selasa/12:00-13:40 WIB
Tanggal : 22 Maret 2016
Co-Ass : 1. M. Abdul Ratam
Ikhsan
2. Selestia Ningsih Pane
3. Veronicawati Sihotang
Dosen : 1. Drs.Syafnil.M.Si
2. Dra.Devi Silsia, M.Si
Objek
Praktikum : IDENTIFIKASI ALKOHOL
LABORATORIUM
TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
BENGKULU
2016
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
Alkohol
merupakan senyawa seperti air yang satu hidrogennya diganti oleh rantai atau
cincin hidrokarbon. Sifat fisis alkohol, alkohol mempunyai titik didih yang tinggi dibandingkan
alkana-alkana yang jumlah atom C nya sama. Hal ini disebabkan
antara molekul alkohol membentuk ikatan hidrogen. Rumus umum alkohol R – OH,
dengan R adalah suatu alkil baik alifatis maupun siklik. Dalam alkohol, semakin
banyak cabang semakin rendah titik didihnya. Sedangkan dalam air, metanol, etanol, propanol mudah larut dan
hanya butanol yang sedikit larut. Alkohol dapat berupa cairan encer dan mudah bercampur dengan air dalam
segala perbandingan (Brady, 1999).
Berdasarkan
jenisnya, alkohol ditentukan oleh posisi atau letak gugus OH pada rantai karbon
utama karbon. Ada tiga jenis alkohol antara lain alkohol primer, alkohol
sekunder dan alkohol tersier. Alkohol primer yaitu alkohol yang gugus –OH nya
terletak pada C primer yang terikat langsung pada satu atom karbon yang lain
contohnya : CH3CH2CH2OH (C3H7O).
Alkohol sekunder yaitu alkohol yang gugus -OH nya terletak pada atom C sekunder
yang terikat pada dua atom C yang lain. Alkohol tersier adalah alkohol yang
gugus –OH nya terletak pada atom C tersier yang terikat langsung pada tiga atom
C yang lain (Fessenden, 1997).
Reaksi
Identifikasi Alkohol Primer, Sekunder, dan Tersier Pada alcohol primer,
sekunder, dan tersier memberikan reaksi yang berbeda terhadap oksidator K2CrO7,
KMnO4, dan O2. Dengan bantuan katalis, atom O dari oksidator akan menyerang
atom H yang terikat ke atom C yang mengandung gugus - OH (atom C karbinol).
Berikut reaksi oksidasi pada masing-masing alcohol.
1. Reaksi
oksidasi alcohol primer akan menghasilkan alkanal (aldehida), jika dibiarkan
beberapa lama, maka proses oksidasi akan berlanjut menghasilkan suatu asam
karboksilat. Jika kita ingin memperoleh aldehida dari proses oksidasi ini, maka
secepatnya dilakukan destilasi untuk menghindari proses oksidasi berlanjut.
2. Reaksi
oksidasi alcohol sekunder akan menghasilkan suatu keton (alkanon).
3. Pada alcohol
tersier, tidak terjadi proses oksidasi. Hal ini disebabkan pada alcohol
tersier, tidak terdapat atom H yang terikat pada atom C karbinol ( Sabirin,
1992).
Alkohol
alifatik merupakan cairan yang sifatnya sangat dipengaruhi oleh ikatan
hidrogen. Dengan bertambah panjangnya rantai, pengaruh gugus hidroksil yang
polar terhadap sifat molekul menurun. Sifat molekul yang seperti air berkurang,
sebaliknya sifatnya lebih seperti hidrokarbon. Akibatnya alkohol dengan bobot
molekul rendah cenderung larut dalam air, sedangkan alkohol berbobot molekul
tinggi tidak demikian. Alkohol mendidih pada temperatur yang cukup tinggi. Sebagai
suatu kelompok senyawa, fenol memiliki titik didih dan kelarutan yang sangat
bervariasi, tergantung pada sifat subtituen yang menempel pada cincin benzena
(Petrucci, 1987).
Reaksi-reaksi
yang terjadi dalm alkohol antara lain reaksi substitusi, reaksi eliminasi,
reaksi oksidasi dan esterifikasi. Dalam suatu alkohol, semakin panjang rantai
hidrokarbon maka semakin rendah kelarutannya. Bahkan jika cukup panjang sifat
hidrofob ini mengalahkan sifat hidrofil dari gugus hidroksil. Banyaknya gugus
hidroksil dapat memperbesar kelarutan dalam air (Hart, 1990).
Suatu
alkohol primer dapat dioksidasi menjadi aldehid atau asam karboksilat. Alkohol
sekunder dapat dioksidasi menjadi keton saja. Sedangkan pada alkohol tersier
menolak oksidasi dengan larutan basa, dalam larutan asam, alkohol mengalami
dehidrsi menghasilkan alkena yang kemudian dioksidasi (mardzuki,1990).
BAB III
METODOLOGI
3.1
Alat dan Bahan
3.1.1 Alat yang digunakan : 3.1.2
Bahan yang digunakan:
1.
Botol semprot 1.
Etanol
2.
Corong 2.
Propanol
3.
Erlenmeyer 100 ml dan 250 ml 3. Tersier butanol
4.
Gelas piala 100 ml dan 500
ml 4. H2SO4
5.
Gelas ukur 100 ml dan 25 ml 5. KMnO4
6.
Penangas air 6.
CH3COOH glasial
7.
Penjepit, rak, dan tabung
reaksi 7. K2Cr2O7
8.
Pipet tetes 8.
FeCl3
9.
Pipet volume 9.
Aquades
10. Termometer 10.
NaOH
3.2 Cara Kerja
1. Identifikasi
alkohol (Reaksi Oksidasi)
CARA I :
·
Menyiapkan 3 buah tabung reaksi,
menambahkan 3 ml asam asetat kedalam masing-masing tabung reaksi.
·
Selanjutnya menambahkan pada
masing-masing tabung :
a) Tabung
reaksi I : 1 tetes etanol
b) Tabung
reaksi II : 1 tetes 2-propanol
c) Tabung
reaksi III : 1 tetes
tersier-butanol
·
Menambahkan pada larutan diatas dengan
larutan KMnO4 0,1 M tetes demi tetes sampai terbentuk warna merah
muda.
·
Selanjutnya menambahkan 1 tetes H2SO4
pekat dan 1 tetes KMnO4 0,1 M, ingat H2SO4 dapat
merusan kulit.
·
Memperhatikan apa yang terjadi !
1. Jika
tidak ada perubahan warna dari merah muda, berarti larutan tersebut alkohol
primer
2. Jika
penambahan H2SO4 dan KMnO4
menyebabkan larutan menjadi tidak berwana maka sampel tersebut
adalah alkohol sekunder.
3. Jika
sampel tidak menghasilkan warna merah muda, dengan penambahan KMnO4,
maka sampel tersebut adalah alkohol tersier.
CARA
II :
1. Menyiapkan
3 buah tabung reaksi, menambahkan kedalam tabung reaksi masing-masing 2 ml K2Cr2O7 0,1 M.
2. Menambahkan
perlahan-lahan ( lewat dinding tabung ) 1 ml H2SO4 pekat,
ingat H2SO4 pekat
dapat merusak kulit.
3. Mengaduk
sampai homogen dan dinginkan ( jika tabung panas )
4. Perlahan-lahan
menambahkan ( lewat dinding tabung ) :
a. Tabung
I : menambahkan 2 ml etanol
b. Tabung
II : menambahkan 2 ml
2-propanol
c. Tabung
III : menambahkan 2 ml
tersier-butanol
5. Memperhatikan
perubahan warna yang terjadi, juga membandingkan bau yang timbul dengan bau
alkohol itu sendiri.
2. Reaksi
alkohol dengan FeCl3.
1. Menyiapkan
2 tabung reaksi :
a. Tabung
I : menambahkan 2 ml
larutan fenol
b. Tabung
II : menambahkan 2 ml
2-propanol
2. Menambahkan
pada tabung reaksi masing-masing 5 tetes FeCl3.
3. Mengamati
hasilnya.